Oleh-Oleh Khas Wonogiri Paling Populer

4 min read

Ingin ketahui apa yang pas untuk jadi oleh-oleh saat berkunjung ke Wonogiri? Berikut daftar oleh-oleh ciri khas Wonogiri yang terpopuler dan dicari pelancong.

Rasanya tidak komplet bila berkunjung ke satu wilayah tanpa beli oleh-oleh yang populer dari wilayah itu. Baik itu berbentuk pernak-pernik atau makanan, kelihatannya menjadi kewajiban untuk beli oleh-oleh dari lokasi yang barusan kita incar. Apalagi, dengan beli produk asli dari satu wilayah dapat menolong kita agar semakin mengenali wilayah itu.

Beli oleh-oleh tidak harus mengambil kantong terlampau dalam. Di Wonogiri misalkan, salah satunya kabupaten yang berada di Provinsi Jawa tengah ini mempunyai banyak olahan makanan yang pas untuk dijadikan oleh-oleh pada harga yang cukup dapat dijangkau.

Oleh-Oleh Khas Wonogiri Paling Populer

Walau termasuk cukuplah dapat dijangkau, oleh-oleh ciri khas Wonogiri tidak kalah dari tipe oleh-oleh dari wilayah lain. Lantas apa jajan ciri khas Wonogiri yang pas untuk jadi oleh-oleh? Berikut referensi oleh-oleh ciri khas dari Wonogiri yang jangan Anda terlewat.

Oleh-Oleh Khas Wonogiri Paling Populer

 

1. Roti Gaplek

Satu kembali cemilan ciri khas Wonogiri yang dibuat dari material dasar ketela pohon, yaitu gaplek. Proses pembikinan gaplek sendiri lumayan gampang. Ketela pohon yang telah dikupas dan dibersihkan sampai bersih langsung akan dikeringkan di bawah cahaya matahari.

Sesudah kering, gaplek akan ditumbuk sampai lembut dan jadi tepung tapioka. Tepung berikut yang selanjutnya dipakai untuk membikin roti gaplek oleh Yadi, orang pertama kali yang mendapati resep roti gaplek. Roti gaplek bikinan Yadi atau yang dikenali dengan panggilan Roti Gaplek Inagiri ini mempunyai cita-rasa yang manis dan halus.

Sampai sekarang Roti Gaplek Inagiri banyak memiliki variasi rasa dimulai dari brownies mete, kayu manis, coklat jahe, dan coklat mede. Makanan yang kini menjadi alternatif untuk beli oleh-oleh ciri khas dari Kabupaten Wonogiri pada harga yang dapat dijangkau.

2. Kacang Mede Ciri khas Wonogiri

Cemilan ciri khas Kabupaten Wonogiri seterusnya yang menjadi opsi untuk beli oleh-oleh ialah kacang mede. Tipe kacang yang ini memang tidak asing dalam telinga warga Indonesia karena umumnya dihidangkan saat hari raya atau pada acara pernikahan.

Walau mempunyai harga jual yang dapat disebut lumayan tinggi, tipe kacang yang dari biji jambu mede ini menjadi satu di antara opsi oleh-olehan yang banyak disukai oleh beberapa pelancong yang berkunjung ke Kabupaten Wonogiri. Ini karena di Wonogiri sendiri mempunyai tempat jambu mede selebar 20.000 hektar dan terhitung yang paling besar di Propinsi Jawa tengah.

Hingga tidaklah aneh bila kacang mede jadi alternative oleh-oleh. Kacang mede yang telah diproses memanglah tidak gampang basi. Tetapi bila ingin tekan ongkos, sebaiknya beli kacang mede yang mentah.

3. Lentho

Camilan dari Kabupaten Wonogiri yang setelah itu lentho. Makanan yang ini masih termasuk dalam cemilan kuno yang bisa ditemukan secara mudah. Lentho sendiri dibikin dari kacang tholo yang selanjutnya digabung dengan parutan singkong yang awalnya telah direbus lebih dulu.

Kemudian, adonan kacang tholo dan singkong digabung dengan garam dan ketumbar lalu dibuat jadi bulatan dan dimasak sampai kuning keemasan. Cita-rasa makanan ini condong renyah dan crispy jika dicicipi saat hangat. Lentho menjadi pilihan oleh-oleh dari Wonogiri yang murah dan meriah dan sedap.

4. Brem Wonogiri

Untuk beberapa warga Indonesia, brem sebagai salah satunya makanan yang mungkin cukup asing. Tetapi tidak untuk mereka yang pernah berkunjung Kabupaten Wonogiri atau wilayah di Jawa Timur.

Bila brem yang dari Madium warna putih, berupa kotak, dan condong manis dan sedikit asam, brem yang dari Wonogiri berupa bundar, warna putih, lebih manis, dan demikian masuk ke dalam mulut langsung menetes.

Cemilan yang dibuat dari peragian beras ketan ini menjadi alternative oleh-oleh untuk keluarga atau rekanan saat berkunjung ke Wonogiri. Brem bisa juga didapat secara mudah di toko oleh-oleh yang umumnya berada di sejauh jalan daerah Wonogiri.

5. Sambal Cabuk Wijen

Olahan ciri khas Kabupaten Wonogiri yang pas untuk jadi oleh-oleh ialah cabuk wijen. Sepintas, makanan yang ini seperti terlihat pepes namun mempunyai warna yang lebih gelap. Untuk cita-rasanya sendiri condong pedas dan dapat menambahkan nafsu makan. Apa lagi bila disajikan bersama dengan sepiring nasi hangat.

Bahan khusus yang dipakai untuk membikin cabuk wijen sendiri ialah ampas yang berasal proses pemrosesan minyak wijen. Ampas minyak wijen itu lalu digabung dengan sekam padi yang awalnya telah dibakar untuk menambahkan cita-rasa ciri khas dari makanan yang ini.

Selanjutnya, adonan itu digabung lebih dulu dengan bawang putih, cabai rawit, gula jawa, garam, dan kemangi sebelumnya terakhir dibuntel memakai daun pisang dan dikukus. Harga sebuah cabuk wijen benar-benar dapat dijangkau yaitu sekitar dua sampai lima ribu rupiah.

6. Geti Biji Wijen

Anda tak perlu ketidaktahuan untuk menunjukkan jika Anda barusan berkunjung ke Kabupaten Wonogiri. Apa lagi bikin pusing masalah oleh-olehan apa yang perlu Anda membeli. Ada satu makanan ciri khas Wonogiri yang dapat Anda membawa pulang, yaitu geti.

Cemilan yang ini dibuat dari material dasar wijen, gula jawa, dan jahe. Kombinasi prima di antara manisnya gula jawa dan gurihnya biji wijen membuat makanan ini laku untuk jadi oleh-oleh saat mengunjungi Kabupaten Wonogiri.

Geti dapat didapat secara mudah di toko oleh-olehan pada harga yang termasuk sangatlah dapat dijangkau yaitu sekitar 5.000 rupiah. Tak perlu takut basi karena cemilan ini dapat bertahan lumayan lama walau tidak memakai pengawet.

7. Tiwul Wonogiri

Olahan ciri khas Wonogiri yang ini pasti tidak asing dalam telinga warga Indonesia. Nasi tiwul yang asli dari Wonogiri memang mempunyai cita-rasa yang unik dan berlainan dari nasi tiwul dari wilayah yang lain.

Nasi tiwul umumnya dibuat dari singkong yang awalnya dikeringkan lebih dulu sebelumnya terakhir ditumbuk sampai lembut dan ditambah lagi potongan gula jawa. Nasi tiwul biasa dicicipi dengan parutan kelapa yang ditaburkan di atasnya.

Kulineran ciri khas Wonogiri ini benar-benar pas untuk jadi oleh-olehan. Tak perlu takut basi, karena umumnya tiwul yang telah diproses dapat bertahan sampai 3 hari, sementara yang belum diproses dapat bertahan sampai setahun.

8. Emping Melinjo

Emping, siapakah yang tidak mengenali camilan yang super crispy ini? Tidak dapat disangkal kembali jika cemilan yang ini jadi makanan favorite untuk semua kelompok masyarakat. Emping sebagai makanan yang dibuat dari biji melinjo yang disangrai lebih dulu sebelumnya terakhir dipipihkan satu demi satu sampai jadi seperti kerupuk.

Kemudian dijemur sampai betul-betul kering sebelumnya terakhir dapat dimasak. Umumnya emping dipertambah bumbu khusus untuk menambahkan cita-rasa. Ada yang manis dan ada pula yang renyah. Emping yang telah masak dapat ditemukan secara mudah di pusat oleh-olehan. Sementara yang mentah dapat dibeli di pasar tradisional pada harga yang bervariatif.

9. Wader Goreng Wonogiri

Bila mengulas masalah Wonogiri, ada satu lokasi yang langsung ada di pemikiran kita, yaitu Waduk Gajah Mungkur. Di Sekitar waduk yang dibuat di tahun 1982 ini, Anda akan mendapati banyak beberapa toko makanan yang tawarkan bermacam tipe kulineran ciri khas Wonogiri, satu diantaranya ialah wader goreng.

Sesuai namanya, material dasar yang dipakai ialah ikan wader yang umumnya digunakan langsung di Waduk Gajah Mungkur. Ikan wader itu lalu digabung dengan tepung yang telah diberi bumbu selanjutnya dimasak sampai kuning keemasan.

Selainnya pas untuk dikonsumsi langsung pada tempat dengan nasi hangat, wader goreng dapat menjadi oleh-oleh saat berkunjung ke Wonogiri. Harga per jatahnya juga tidak begitu mahal, cuman sekitaran 7.000 sampai 10.000 rupiah.

10. Keripik Tempe Benguk

Keripik tempe yang dari Kabupaten Wonogiri berlainan dengan keripik tempe yang umumnya dibuat dari kedelai. Tempe yang dipakai untuk membuat keripik ciri khas Wonogiri ini dibuat dari kara benguk.

Proses pengerjaan keripik tempe benguk hampir sama dari keripik tempe kedelai. Namun, dibutuhkan proses khusus supaya keripik tidak berasa langu atau pahit. Sesudah kara benguk rebus dan kulitnya dipisah, kara benguk harus dipendam lebih dulu sepanjang 3 hari.

Air rendamannya juga perlu ditukar. Proses berikut yang membuat keripik tempe benguk berasa lebih renyah. Keripik tempe yang ini biasa dibandrol pada harga yang paling dapat dijangkau, yaitu sekitar 4.000 rupiah per buntel membuat cemilan ciri khas Wonogiri yang ini sering jadi oleh-oleh.

Itu beberapa oleh-oleh ciri khas dari Kabupaten Wonogiri yang sedap, dapat dicicipi oleh semua kelompok masyarakat, dan tentu saja tidak kuras kantong . Maka, apa Anda berminat untuk mencicipinya? Hadirlah ke Wonogiri dan luangkan diri Anda untuk singgah ke beberapa tempat yang tawarkan bermacam macam oleh-oleh dari Wonogiri Gunung Gandul ini.